Padat,
gedung, panas, dan macet. Kata-kata inilah yang sering muncul di pikiran kita
ketika mendengar nama Jakarta. Namun siapa sangka, Jakarta memiliki keindahan
tersembunyi yang mungkin masih banyak orang yang tidak mengetahuinya. Keindahan
tersebut terletak di Kepulauan Seribu, 45 km sebelah utara Jakarta1). Kepulauan
Seribu terdiri dari 76 pulau2), salah
satunya bernama Pulau Pari.
Pulau Pari bisa ditempuh dari pelabuhan
Muara Angke menggunakan kapal ojeg ataupun dari Pantai Marina, Ancol
menggunakan kapal cepat. Pulau Pari memiliki berbagai macam objek yang bisa
dijelajahi; pemandangan bawah laut yang indah, Pantai Pasir Perawan yang tampak
seakan belum terjamah manusia, hamparan ilalang, serta keindahan matahari
terbit dan terbenam yang tidak bisa dilewatkan begitu saja.
Pantai Pasir Perawan
Menurut
legenda yang penulis dengar dari penduduk asli Pulau Pari, dahulu kala, ada
satu keluarga yang tinggal di sebuah pulau kecil di dekat Pulau Pari. Keluarga
tersebut memilik seorang putri kecil. Jarak antara pulau kecil ini dengan Pulau
Pari tidak terlalu jauh dan hanya terpisah oleh laut yang sangat dangkal
sehingga dapat dicapai cukup dengan berjalan kaki.
Suatu ketika, putri keluarga ini
bermain di pantai berpasir putih di Pulau Pari. Pada saat ia hendak kembali ke
pulau kecil tempat tinggalnya, tiba-tiba putri ini menghilang tanpa jejak.
Penduduk pun mencari ke berbagai penjuru Pulau Pari, namun ia tidak pernah
ditemukan. Menurut paranormal, putri keluarga itu masih hidup di sekitar
mereka, tetapi disembunyikan oleh kekuatan gaib yang ada di pulau ini.
Untuk
menuju Pantai Pasir Perawan, kita harus melewati padang ilalang yang luas.
Angin yang sepoi-sepoi meniup ilalang-ilalang ini sehingga membuat pikiran dan
hati terasa damai dan tenang.
Di
Pantai Pasir Perawan ini kita juga bisa turut melestarikan alam dengan cara
menanam bibit bakau di sekitar pantai. Pohon-pohon bakau ini sangat bermanfaat
untuk mengurangi abrasi dan mengurangi dampak dari ombak besar, atau bahkan gelombang tsunami.
Kehidupan Bawah Laut
Pemandangan bawah laut di sekitar
Pulau Pari cukup beragam. Berbagai makhluk hidup yang menarik sering ditemukan
di sini, mulai dari nudibranch, clownfish, pufferfish, sampai penyu. Berikut adalah video hasil rekaman
penulis ketika menyelam di titik penyelaman sekitar Pulau Pari:
Namun sayangnya, akibat endapan
yang terbawa dari sungai-sungai Jakarta, arus laut yang cukup kuat, serta
kurangnya kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan, jarak pandang ketika
menyelam seringkali tidak begitu bagus. Beberapa kali penulis menyelam di
sekitar Pulau Pari dan Pulau Pramuka tidak pernah mendapati jarak pandang yang
bagus.
Terbit dan Terbenam
Sebagaimana
layaknya pulau-pulau tempat tujuan wisata, Pulau Pari juga menawarkan keindahan
pemandangan matahari terbit dan terbenam. Terakhir kali penulis mengunjungi
Pulau Pari, penulis merasa bersyukur mendapatkan keduanya walaupun kondisi
langit cukup berawan.
Demikianlah
pengalaman penulis selama beberapa kali mengunjungi Pulau Pari. Yang jelas,
Pulau Pari ini tidak pernah membosankan untuk dikunjungi berkali-kali karena
keindahan dan keramahan penduduknya yang membuat kita tidak sabar untuk
menjejakkan kaki kembali di pulau ini.
Tulisan ini saya dedikasikan khusus untuk Evans
Tanurdin, dive buddy saya. Selamat menyelam di surga, teman.
1) www.indonesia.travel/en/destination/240/the-thousand-islands
2) ibid.
Semua foto dan video yang ada di tulisan ini adalah hak milik penulis.